Click here for Myspace Layouts

My blog


Click here for Myspace Layouts

Sabtu, 14 Mei 2011

Menebusi diri dengan infaq emas sepenuh bumi

Menebusi diri dengan Infaq Emas Sepenuh Bumi

emas-sepenuh-bumiSebuah Ayat Al Qur’an telah mengisyaratan dengan tegas betapa tingginya NILAI iman, karena orang yang tidak beriman akan mengalami nasib yang sangat malang di akhirat. Bayangkan! Emas sepenuh bumi tidak bisa untuk menebus dosa kekafiran. Maka alangkah besarnya nikmat iman yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT kepada kita.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَمَاتُواْ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ الأرْضِ ذَهَباً وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُوْلَـئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ


“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong”. (QS.3: 91 ).
Allah SWT berfirman mengancam dan memperingatkan orang yang kafir sesudah imannya, kemudian kekafirannya makin bertambah, yakni terus-menerus dalam kekafiran sampai mati. Tidak mau tobat atau tidak sempat bertobat.
Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (QS.4: 18).
Barangsiapa mati masih dalam kekafiran, maka tidak akan ditrima darinya suatu kebaikanpun untuk selama-lamanya, sekalipun menginfakkan emas sepenuh bumi (alias mustahil). Belum percayakah?
Berapakah nilai emas sepenuh bumi ? Berikut ini adalah sebuah ilustrasi emas sepenuh bumi. Volume planet bumi adalah :
1,0832073 x 1012 km3 ( sumber : Wikipedia ).
= 1.083.207.300.000 x ( 1.000.000.000 ) x ( 1.000.000 ) cm3
= 1.083.207.300.000.000.000.000.000.000 cm3.
Jika berat jenis emas adalah 19,32 gram/cm3 maka total berat emas sepenuh bumi:
= 19,32 x 1.083.207.300.000.000.000.000.000.000
= 20.927.565.036.000.000.000.000.000.000 gram.
Bila harga emas per gram nya sebesar Rp. 250.000,- maka nilai emas sebanyak itu adalah :
= 20.927.565.036.000.000.000.000.000.000 gram x Rp 250.000,-
= Rp. 5.231.891.259.000.000.000.000.000.000.000.000,-
Andaikan ber-asumsi anggaran pemerintah Indonesia 1000 trilyun pertahun, maka uang sebesar itu bisa untuk membiayai anggaran pemerintah Indonesia selama 5.231.891.259.000.000.000 tahun atau kira-kira 5 milyar trilyun tahun. Sebuah kekayaan yang sangat besar dan di dunia ini, sekaligus tidak ada seorang pun yang memiliki kekayaan sebesar itu. Tapi bagi Allah, kekayaan sebesar itu belumlah cukup untuk menebus dirinya dari adzab Allah.
Ini hanyalah sebuah ilustrasi untuk mengeaskan “sangat berharganya” iman yang dimiliki oleh seorang hamba. Tak bisa dinilai dengan nilai dunia sebanyak apa pun. Maka beruntunglah yang tela dirintis beriman semenjak lahir, dan sangat beruntung juga bagi yang beriman setelah kafir.
Akan tetapi pertanyaan yang perlu diajukan kepada diri kita masing-masing adalah “Benarkah kita ini telah sungguh-sungguh beriman? Jangan-jangan kita ini termasuk golongan yang disebut oleh Allah SWT dalam surat Al-Hujurat 14.

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِن قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ وَإِن تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئاً إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi Katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Atau jangan-jangan lebih parah lagi seperti difirmankan oleh Allah SWT dalam surat Al-Haj 11.

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam Keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. rugilah ia di dunia dan di akhirat. yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
Rasulullah SAW mengingatkan kita semua bahwa iman itu yazidu wa yanqushu, bertambah dan berkurang setiap saat. Maka beliau juga perintahkan kepada kita untuk senantiasa memperbaharui iman kita. Oleh karena itu sangat perlu bagi kita, dari waktu ke waktu, menengok iman kita, mengukur dan mengevaluasi iman kita, menjaganya dari proses degradasi, proses penurunan dan pelemahan iman, dan berupaya terus melakukan peningkatan dan penguatan.
Beberapa penanda sebagai patokan untuk mengukur dan mengevaluasi iman kita, bisa kita rujuk kepada ayat-ayat Al-Qur’an, satu di antaranya adalah firman Allah dalam surat Al-Anfal : 02-04.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.(QS.49:15)
Beberapa hal yang bisa sarikan dari penjelasan diatas adalah :
Pertama, jaga dan pelihara iman yang sudah Allah semayamkan dalam dada kita masing-masing. Jangan hanya karena nilai dunia yang tidak seberapa (jika dibandingkan kebahagiaan surga), iman kita tergadaikan. Sebaliknya, tantangan sebesar apapun hendaknya tidak membuat kita jadi menyerah. Ingat, bahkan nilai Iman ini lebih berharga dibanding nyawa kita sendiri. Mengorbankan nyawa untuk iman adalah suatu yang relistis, logis dan akuntabel. Dan itulah resiko sebagai orang yang mengaku beriman.
Kedua, jangan segan & menunda untuk bertaubat (dengan syarat sebenar-benarnya). Karena itulah cara terbaik menjaga dan meningkatkan iman. Dengan bertaubat, maka akan bertekad selalu memperbaiki diri dan memperbanyak amalan shaleh sebagai penutup kesalahan dan dosa yang dilakukan. Jangan sampai terlambat sebelum ajal datang.

Kedua, Tingkatkan dakwah kepada diri, keluarga, sekitar dan seluas-luasnya.
Bukanlah termasuk beriman yang sebenarnya ketika mempunyai anggapan “yang penting saya selamat dan mendapat ridho-Nya masuk surga tanpa peduli kondisi orang lain”. Berdakwah dengan santun, saling nasehat-menasehati dengan ikhlas tanpa kedengkian.
Ketiga, Keshalehan ibadah kepada Allah tidak akan berarti jika tidak dibuktikan dengan keshalehan sosial. Keimanan akan berarti apabila mempunyai manfaat bagi diri dan orang lain. Dan keimanan akan berarti jika orang lain merasa aman berada diantara kita.

Rabu, 04 Mei 2011

Beda Pendapat boleh, Putus Silaturrahmi Jangan...

Beda Boleh,Putus Silaturahmi Jangan”

Logo MTARubrik Opini harian ini edisi 5 April 2011 memuat tulisan Said Agil Siradj, Ketua Umum Pengurus Besar NU, berjudul Menyikapi Kegarangan Puritanisme. Artikel tersebut ternyata berisi “fitnah” terhadap Majlis Tafsir AlQur’an (MTA). Oleh karena itu, MTA perlu menanggapi karena tulisan tersebut dapat mencitrakan MTA secara keliru.
Majlis Tafsir Al-Qur’an Surakarta adalah lembaga dakwah Islamiyah, didirikan oleh Ustad Abdullah Thufail Saputra (1927-1992) pada 19 September 1972. Ustad Abdullah Thufail adalah murid ulama dari Yaman. Dimasanya, beliau adalah mubalig terkenal di Solo dan sekitarnya. Pada saat menghadapai terror dari sisa-sisa G30S/PKI pada 1966, beliau terpilih menjadi ketua KKPI (Koordinasi Kesatuan Pemuda Islam) yang dibentuk oleh tujuh ormas pemuda Islam Surakarta waktu itu.
Meninggalkan Bid’ah
Tekanan pada pengamalan Al Qur’an dan As-Sunnah menjadikan siswa/peserta MTA meninggalkan amal-amal yang tidak ada dasarnya dalam Al Qur’an maupun As-Sunnah. Walaupun ada hadistnya, apabila hadist tersebut daif, amal itu ditinggalkan. Misalnya, membaca Yassin pada malam jum’at karena ternyata semua hadist yang menjadai dasar adalah daif. Tahlilan yang dilakukan pada saat orang meninggal dan peringatan hari kematian juga begitu. Banyak amal lain yang oleh gerakan kembali ke Al Qur’an dan As-Sunnah dipandang sebagai “laisa minal islam, takhayul, bid’ah dan khurafat” ditinggalkan.
Gerakan kembali ke Al Qur’an dan As-sunnah yang meninggalkan amal-amal “laisa minal islam, takhayul, bid’ah dan khurafat” bukan gerakan yang baru. Muhammadiyah yang didirikan oleh KH.Ahmad Dahlan, Persis yang didirikan oleh KH. A.Hasan dan Al Irsyad yang ditokohi oleh KH Ahmad Syurkati adalah gerakan-gerakan kembali kepada Al Qur’an dan as-sunnah.
Salah satau prinsip Ustad Abdullah Thufail sewaktu mengajar di MTA adalah “Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan putus silaturahmi”. Jadi alih-alih mencegah jamaah yang akan pergi tahlilan atau yasinan, alih-alih bersikap garang kepada umat Islam yang lain, justru siswa/peserta MTA di mana-mana dihadang, dicegat, diboikot, diusir dari masjid tempat mengaji, dan dipukuli. Hampir tiap binaan MTA dan cabang atau Perwakilan MTA yang abru mengalami serangan semacam itu sejak zaman Ustad Abdullah Thufail hingga zaman Ustad Sukina kini.
Serangan yang paling dahsyat sehingga Kapolda Jateng harus turun tangan terjadi di Blora pada 2003. Karena meninggalkan tradisi yang tidak ada tuntunannya dari Rasul, warga binaan MTA di desa Bangkerep, kecamatan Kunduran, Blora diusir dari masjid dan kampungnya. Mereka ditampung di MTA Pusat di Solo selama dua setengah tahun. Pada 14 September 2003, mereka (berjumlah 58 orang termasuk anak-anak yang lahir di penampungan) diantar pulang oleh pengurus MTA Pusat. Tetapi begitu rombongan masuk desa Bangkerep, orang-orang sekampung keluar mengeroyok. Mobil dilempari batu, ketua binaan MTA dipukuli dan kepala salah seorang siswa binaan dibacok. Rombongan pun kembali ke Solo.
Serangan kepada warga binaan MTA yang masih tinggal di desa Bangkerep semakin keras. Mereka tidak boleh mengambil air dari sumur tetangga, jalan menuju sawah warga MTA dipagari, tanaman jagung dibabati. Ketika Kepolisian berusaha mendamaikanorang-orang kampong hanya menerima siswa/peserta MTA kembali ke desa Bangkerep apabila siswa/peserta MTA kembali mengamalkan tradisi. Tentu saja syarat itu ditolak.
Yang terjadi di Purworejo (seperti yang ditulis Said Agil Siradj di artikelnya) pun bukan warga binaan MTA yang menghadang jamaah yang hendak melakukan tahlilan dan yasinan dengan menyebut-nyebut amalan tersebut sebagai syirik tetapi justru warga binaan MTA yang mendapat intimidasi. Kami telah mengecek hal tersebut ke pengurus pengajian Binaan MTA di Purworejo. Justru salah seorang pengurus  binaan MTA diintimidasi dan seorang ibu diancam akan dibakar rumahnya apabila tetap mengaji di MTA. Menyerang, mengintimidasi atau memaksa orang lain bukan khitah MTA. Justru warga MTA akan ngalah apabila diserang dan berusaha mencari penyelesaian hukum. Itu sudah menjadi standard operating procedure di MTA dalam menghadapi gesekan dengan mayarakat atau ummat Islam yang lain.
Pengajian MTA tertib, siswa/peserta tercatat, sehingga apa yang terjadi dan dilakukan oleh siswa/peserta MTA dapat dicek. Maka, tuduhan bahwa warga  binaan MTA di Purworejo mencegah jamaah pengajian yang hendak melakukan tahllilan dan yasinan itu mnjadi fitnah yang mas’ul di hadapan Allah.
Memang dalam pengajian pada setiap Ahad pagi, yang oleh Radio MTA diberi nama Jihad Pagi, maksudnya “Pengajian Ahad Pagi”. Ustad Sukina menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar tahlilan dan yasinan dengan jawaban bahwa itu tidak ada tuntunannya. Tetapi, bahwa kemudian hal tersebut ditafsirkan sebagai provokatif atau pelecehan sangat berlebihan.
Islam yang Berkebangsaan
MTA menghargai dan menghormati metoda dakwah yang ditempuh oelh para perintis masuknya Islam ke Nusantara, seperti mengubah tradisi local secara perlahan-lahan. Itu adalah ijtihad para perintis tersebut dalam menghadapi agama dan kepercayaan yang sudah berurat  akar di masyarakat waktu itu. Tetapi, kini metode dakwah semacam itu harus dipahami sebaga dakwah yang belum selesai. Umat Islam sekarang harus melanjutkan dakwah menuju Islam yang kafah. Kepercayaan kepada takhayul dan kurafat yang masih tersisa dibersihkan.
Citra MTA sebagai gerakan yang eksklusif dan egois juga citra yang yang jauh panggang dari api. Sebagaimana sudah diterangkan bahwa salah satu prinsip MTA adalah “Boleh Berbeda Pendapat Tetapi Jangan Putus Silaturahmi” MTA bekerjasama dengan siapapun. Kantor MTA di jalan Ranggawarsita, Solo sangat sering digunakan pertemuan Umat Islam dibawah paying MUI Kota Solo. Berbagai tokoh dari berbagai organisasi dan faham sering mengisi pengajian Ahad pagi. Memang kebanyakan mereka adalah tokoh-tokoh dari kalangan reformis/modernis, seperti Pak Amin Rais, Pak Din Syamsuddin, Pak Amidan, Pak Kholil Ridwan dan para pejabat sipil atau militer. Yang terakhir mengisi di pengajian Ahad pagi MTA adalah Dr. Muhammad Syafei Antonio.
Memang belum ada tokoh NU yang mengisi pengajian Jihad Pagi, kecuali KH Drs Zainuddin MZ yang pernah sekali  datang, meski bukan atas nama pengurus NU. Oleh karena itu, melalui tulisan ini kami mengundang Said Aqiel Siradj untuk mengisi pengajian Ahad Pagi yang dihadiri lebih dari enam ribu peserta dan disiarkan melalui radio dan internet secara online.
Oleh YOYOK MUGIYATNO
Sekretaris Umum Majlis Tafsir Al Qur’an Surakarta.
Dimuat di OPINI Koran Jawa Pos (14-04-2011), sebagai jawaban atas OPINI berjudul “Menyikapi Kegarangan Puritanisme” oleh SAID AQIEL SIRADJ di Jawa Pos (05-04-2011)

Senin, 02 Mei 2011

math games

Halaman ini dirancang untuk mengakses teka-teki matematika.
  • Garis Sejajar?
garissejajar
  • Lingkaran Berputar
Pandang titik pusat dibawah ini, kemudian maju mundurkan kepala anda, apa yang terjadi? Mengapa demikan?
linggerak
  • Naik Terus? Apa yang salah?
naikturun
  • Apa yang salah pada segitiga 3D?
segitiga3dsalah
Sumber: pppptk matematika

Menebak tanggal kelahiran

Menebak tanggal kelahiran.
Menebak Tanggal Lahir Orang Lain
Caranya ;
1. Mintalah ia mengalikan tanggal lahirnya dengan 5 (tanggal lahir dia X 5)
2. Hasilnya lalu ditambahkan dengan 6
3. Kemudian hasilnya dikalikan dengan 4
4. Hasilnya lalu ditambahkan dengan 9
5. Kemudian kali dengan 5
6. Hasilnya tambahkan dengan bulan kelahirannya (Januari=1 , February=2, Maret =3, dst)
7. Mintalah ia menyebutkan hasil akhirnya. 8. Anda menyebutkan tanggal lahir dan bulan kelahirannya.
untitled

Kuncinya, Anda tinggal mengurangi hasil yang diberitahukan teman anda itu dengan angka kunci, yaitu 165 (hasil perhitungan – 165).
Dengan sedikit mimik muka dan menatap tajam mata teman Anda seolah-olah Anda membaca pikirannya, Anda dapat menyebutkan hasilnya dengan benar sesuai tanggal lahir teman anda.
Contoh: Tanggal lahir 10 Juli (Anda belum mengetahuinya) Yang dilakukan teman Anda ;
1) 10 x 5 = 50
2) 50 + 6 = 56
3) 56 x 4 = 224
4) 224 + 9 = 233
5) 233 x 5 = 1165
6) 1165 + 7 = 1172 (hasil inilah yang diminta oleh Anda untuk diberitahu) Sehingga dengan mengurangkan hasilnya dengan 165 akan didapat hasil = 1172 – 165 = 1007. 2 (dua) digit di depan merupakan tanggal lahir dan diikuti bulan lahir. Berarti dia dilahirkan tanggal 10 Juli.
Penting diketahui ; Ada tiga option yang harus dipilih:
1. Apabila teman anda cukup pandai dalam menghitung, maka suruh dia memegang kertas/buku beserta pulpen (untuk coret-coretan menghitung tentunya)
2. Apabila teman anda tidak cukup pandai dalam berhitung, maka suruhlah dia memegang kalkulator(untuk digunakan menghitung nanti tentunya)
3. Apabila teman anda tidak bisa berhitung sama sekali dan tidak bisa menggunakan kalkulator, jangan diteruskan permainan ini, soalnya nanti sia-sia saja (ya iya lah. Masa ya iya dong)

Permainan Matematika yang menarik

Menebak Angka
Permainan ini memerlukan media kartu yang telah berisi angka-angka. Dengan berperan sebagai seseorang yang bisa menerima telepati dari orang lain, Anda akan menunjukkan kekuatan pikiran Anda.
Caranya ;
1. Mintalah teman Anda memikirkan sebuah bilangan antara 1 dan 63.
2. Kemudian tunjukkan 6 (enam) buah kartu ini kepadanya dan tanyakan apakah angka yang dipikirkannya terdapat pada kartu yang Anda tunjukkan satu persatu?
3. Apabila ada, harap diingat baik-baik kartu yang disebutkannya mengandung angka yang dipikirkan teman Anda.
4. Setelah kartu terakhir ditunjukkan,Anda dapat mengetahui bilangan yang dipikirkan teman Anda
Kartu-kartunya adalah ;
untitled11Simulasi ;
Teman Anda misalkan memikirkan angka 24.
Tentunya ketika Anda menunjukkan kartu 1-6 satu persatu, ia akan menyatakan bahwa angka yang dipikirkannya ada pada kartu no. 4 dan 5, sedangkan pada kartu yang lain tidak ada. Dari pernyataannya tersebut, kita sudah tahu bahwa angka yang ada dipikirannya adalah 24.
Kuncinya;
Kuncinya adalah angka pertama pada kartu.
Contoh apabila dikatakan bahwa angka yang ada dipikirannya teman Anda hanya ada pada kartu no.4 dan 5. Maka pada kartu tersebut angka awalnya adalah 8 dan 16. Sehingga apabila dijumlah = 24 yang merupakan angka dari pikiran teman Anda.

khasiat Lidah Buaya

Selain menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung.
Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM.
Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.
Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.
Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.
Makanan Kesehatan
Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.
Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.
Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. “Misalnya lidah buaya juga mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin. Dalam waktu sepuluh hari gula darah bisa normal,” katanya.
Mengandung Antioksidan
Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.
“Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan,” ujarnya. Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif.
Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.
Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar yang baik.
Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya. “Tapi, sejauh ini dari pasien saya yang mengonsumsi suplemen berbahan dasar lidah buaya, reaksi yang muncul adalah karena daya kerja obat yang melawan penyakit,” katanya.
Namun, yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.
“Memang tidak semua unsurnya rusak, tapi siapa yang mau hanya mendapat ampas? Karena itu, sebaiknya segera konsumsi ramuan lidah buaya, baik yang diracik atau yang sudah diolah, agar lebih terasa manfaatnya,” lanjutnya.
Ramuan Lidah Buaya
Radang tenggorokan
Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.
Ambeien
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.
Sembelit
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.
Diabetes melitus
Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.
Penurun kadar gula darah
Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2 sampai 3 kali sehari.
Penyubur rambut
Cara Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.
Batuk (yang membandel)
Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari. @ Suharso Rahman.

Jumat, 29 April 2011

Teori Belajar Piaget

PIAGET DAN TEORINYA



PIAGET DAN TEORINYA
I. PENDAHULUAN
Teori kognitif dari Jean Piaget ini masih tetap diperbincangkan dan diacu dalam bidang pendidikan. Teori ini mulai banyak dibicarakan lagi kira-kira permulaan tahun 1960-an. Pengertian kognisi sebenarnya meliputi aspek-aspek struktur intelek yang digunakan untuk mengetahui sesuatu. Piaget menyatakan bahwa perkembangan kognitif bukan hanya hasil kematangan organisme, bukan pula pengaruh lingkungan semata, melainkan hasil interaksi diantara keduanya.
Menurut Piaget, perkembangan kognitif mempunyai empat aspek, yaitu 1) kematangan, sebagai hasil perkembangan susunan syaraf; 2) pengalaman, yaitu hubungan timbal balik antara orgnisme dengan dunianya; 3) interaksi social, yaitu pengaruh-pengaruh yang diperoleh dalam hubungannya dengan lingkungan social, dan 4) ekullibrasi, yaitu adanya kemampuan atau system mengatur dalam diri organisme agar dia selalu mempau mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya.
System yang mengatur dari dalam mempunyai dua factor, yaitu skema dan adaptasi. Skema berhubungan dengan pola tingkah laku yang teratur yang diperhatikan oleh organisma yang merupakan akumulasi dari tingkah laku yang sederhana hingga yang kompleks. Sedangkan adaptasi adalah fungsi penyesuaian terhadap lingkungan yang terdiri atas proses asimilasi dan akomodasi.
Piaget mengemukakan penahapan dalam perkembangan intelektual anak yang dibagi ke dalam empat periode, yaitu :
Periode sensori-motor ( 0 – 2,0 tahun )
Periode pra-operasional (2,0 – 7,0 tahun )
Periode operasional konkret ( 7,0 – 11,0 tahun )
Periode opersional formal ( 11,0 – dewasa )
Piaget memperoleh gelar Ph.D dalam biologi pada umur 21, ia kemudian tertarik pada psikologi dan mempelajari anak-anak abnormal di salah satu rumah sakit di Paris. Pada periode hidupnya, Piaget semakin tertarik pada logika anak dan metode berpikir yang berbeda-beda yang digunakan anak dalam menjawab peertanyaan pada usia yang berbeda pula. Selanutnya Piaget bekerja melakukan penelitian selama kurang lebih 40 tahun. Studinya dipusatkan pada persepsi anak dalam pemahamannya mengenai alam/benda, jumlah, waktu, perpindahan, ruang, dan geometri. Ia menganalisis operasi-operasi mental yang digunakan oleh anak, cara berpikir simbolis dan logika mereka.
II. PERMASALAHAN
Apa pokok-pokok pikiran teori perkembanggan kognitif menurut Piaget dan bagaimana implikasi teori Piaget dalam pendidikan ?
III. PEMBAHASAN
A. Pokok-pokok pikiran Piaget mengenai teori kognitif dan perkembangannya
Tujuan teori Piaget adalah untuk menjelaskan mekanisme dan proses perkembangan intelektual sejak masa bayi dan kemudian masa kanak-kanak yang berkembang menjadi seorang individu yang dapat bernalar dan berpikir menggunakan hipotesis-hipotesis.
Piaget menyimpulkan dari penelitiannya bahwa organisme bukanlah agen yang pasif dalam perkembangan genetik. Perubahan genetic bukan peristiwa yang menuju kelangsungan hidup suatu organisme melainkan adanya adaptasi terhadap lingkungannya dan adanya interaksi antara organisme dan lingkungannya. Dalam responnya organisme mengubah kondisi lngkungan, membangun struktur biologi tertentu yang ia perlukan untuk tetap bisa memoertahankan hidupnya.perkembangan kognitif yang dikembangkan Piaget banyak dipengaruhi oleh pendidikan awal Piaget dalam bidang biologi. Dari hasil penelitiannya dalam bidang biologi. Ia sampai pada suatu keyakinan bahwa suatu organisme hidup dan lahir dengan dua kecenderunngan yang fundamental, yaitu kecenderunag untuk :
1. beradaptasi
2. organisasi ( tindakan penataan )
untuk memahami proses-proses penataan dan adaptasi terdapat empat konsep dasar, yaitu sebagai berikut :
1. Skema
istilah skema atau skemata yang diberikan oleh Piaget untuk dapat menjelaskan mengapa seseorang memberikan respon terhadap suatu stimulus dan untuk menjelaskan banyak hal yang berhubungan dengan ingatan.
Skema adalah struktur kognitif yang digunakan oleh manusia untuk mengadaptasi diri terhadap lingkungan dan menata lingkungan ini secara intelektual.
Adaptasi terdiri atas proses yang saling mengisi antara asimilasi dan akomodasi
2. Asimilasi
asimilasi itu suatu proses kognitif, dengan asimilasi seseorang mengintegrasikan bahan-bahan persepsi atau stimulus ke dalam skema yan ada atau tingkah laku yang ada. Asimilasi berlangsung setiap saat. Seseorang tidak hanya memperoses satu stimulis saja, melainkan memproses banyak stimulus. Secara teoritis, asimilasi tidak menghasilkan perubahan skemata, tetapi asimilasi mempnagruhi pertumbuhan skemata. Dengan demikian asimilasi adalah bagian dari proses kognitif, denga proses itu individu secara kognitif megadaptsi diri terhadap lingkungan dan menata lingkungan itu.
3. Akomodasi
Akomodasi dapat diartikan sebagai penciptaan skemata baru atau pengubahan skemata lama. Asimilasi dan akomodasi terjadi sama-sama saling mengisi pada setiap individu yang menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Proses ini perlu untuk pertumbuhan dan perkembangann kognitif. Antara asimilasi dan akomodasi harus ada keserasian dan disebut oleh Piaget adalah keseimbangan.
Untuk keperluan pegkonseptualisasian pertumbuhan kognitif /perkembangan intelektual Piaget membagi perkemabngan ini ke dalam 4 periode yaitu :
Ø Periode Sensori motor (0-2,0 tahun)
Pada periode ini tingksh laku anak bersifat motorik dan anak menggunakan system penginderaan untuk mengenal lingkungannya untu mengenal obyek.
Ø Periode Pra operasional (2,0-7,0 tahun)
Pada periode ini anak bisa melakukan sesuatu sebagai hasil meniru atau mengamati sesuatu model tingkah laku dan mampu melakukan simbolisasi.
Ø Periode konkret (7,0-11,0 tahun)
Pada periode ini anak sudah mampu menggunakan operasi. Pemikiran anak tidak lagi didominasi oleh persepsi, sebab anak mampu memecahkan masalah secara logis.
Ø Periode operasi formal (11,0-dewasa)
Periode operasi fomal merupakan tingkat puncak perkembangan struktur kognitif, anak remaja mampu berpikir logis untuk semua jenis masalah hipotesis, masalah verbal, dan ia dapat menggunakan penalaran ilmiah dan dapat menerima pandangan orang lain.
Piaget mengeukakan bahwa ada 4 aspek yang besar yang ada hubungnnya dengan perkembangan kognitif :
a. Pendewasaaan/kematangan, merupakan pengembanagn dari susunan syaraf.
b. Pengalaman fisis, anak harus mempunyai pengalaman dengan benda-benda dan stimulus-stimulusdalam lingkungan tempat ia beraksi terhadap benda-benda itu.
c. Interaksi social, adalah pertukaran ide antara individu dengan individu
d. Keseimbangan, adalah suatu system pengaturan sendiri yang bekerja untuk menyelesaikan peranan pendewasaan, penglaman fisis, dan interksi social.
B. Implikasi teori Piaget dalam pendidikan
Teori Piaget membahas kognitif atau intelektual. Dan perkembangan intelektual erat hubungannya dengan belajar, sehhingga perkembangan intelektual ini dapat dijadkan landasan untuk memahami belajar.
Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat adanya pengalaman dan sifatnya relatif tetap. Teori Piaget mengenai terjadinya belajar didasari atas 4 konsep dasar, yaitu skema, asimilasi, akomodasi dan keseimbangan. Piaget memandang belajar itu sebagai tindakan kognitif, yaitu tindakan yang menyangkut pikiran. Tindakan kognitif menyangkut tindakan penataan dan pengadaptasian terhadap lingkungan.
Piaget menginterpretasikan perkembangan kognitif dengan menggunakan diagram berikut :
new-picture-1 Berdasarkan diagram tersebut dimulai dengan meninjau anak yang sudah memiliki pengalaman yang khas, yang berarti anak sudah memiliki sejumlah skemata yang khas. Pada suatu keadaan seimbang sesaat ketika ia berhadapan dengan stimulus (bisa berupa benda, peristiwa, gagasan) pada pikiran anak terjadi pemilahan melalalui memorinya. Dalam memori anak terdapat 2 kemungkuinan yang dapat terjadi yaitu :
Ø Terdapat kesesuaian sempurna antara stimulus dengan skema yang sudah ada dalam pikiran anak
Ø Terdapat kecocokan yang tidak sempurna, antara stimulus dengan skema yang ada dalam pikiran anak.
Kedua hal itu merupakan kejadian ssimilasi.
Menurut diagram, kejadian kesesuaian yang sempurna itu merupakan penguatan terhadap skema yang sudah ada. Stimulus yang baru (datang) tidak sepenuhnya dapat diasimilasikan ke dalam skemata yang ada. Di sini terjadi semacam gangguan mental atau ketidakpuasan mental seperti keingintahuan, kepedulian, kebingungan, kekesalan, dsb. Dalam keadaaan tidak seimbang ini anak mempunyai 2 pilihan :
Ø Melepaskan diri dari proses belajar dan mengabaikan stimulus atau menyerah dan tidak berbuat aa-apa (jalan buntu)
Ø Memberi tanggapan terhadap stimulus baru itu baik berupa tanggapan secara fisik maupun mental. Bila ini dilakukan anak mengubah pandangannya atau skemanya sebagai akibat dari tindakan mental yang dilakukannya terhadap stimulus itu. Peritiwa ini disebut akomodasi.
IV. KESIMPULAN
v Terori Piaget mengenai perkembangan kognitif mendenisikan kembali intelegensi, pengetahuan, dan hubungan dengan lingkungannya.
v Perkembangan kognitif mempunyai 4 aspek yaitu kematangan, pengalaman, interaksi social, dan ekuilibrasi
v Menurut Piaget setiap organisme hidup cenderung untuk melakukan adaptasi dan organisasi. Dalam proses adaptasi dan organisasi rerdapat 4 konsep dasar yaitu skema, asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi
v Skema adalah struktur kognitif yang digunakan organisme untuk mengadaptasi diri terhadap lingkungannya dan menata lingkungan itu secara intelektual.
v Asimilasi adalh proses yang digunakan seseorang untuk mengintegrasikan bahan persepsi baru atau stimuklus baru ke dalam skemata atai pola perilaku yang sudah ada.
Daftar pustaka :
Dahar Ranta Willis Pof. Dr.M.SC.1989. teori-teori belajar.
Jakarta : Erlangga
..2000. kumpulan-nahan diklat nasional guru biologi SMU.
Bandung : Pusat pengembangan penataran guru IPA

Khasiat Minyak Jinten Hitam

Khasiat Jinten Hitam


Selama berabad-abad jintan hitam digunakan jutaan orang di Asia, Timur Tengah, dan Afrika untuk menjaga kesehatan. Minyak dan herbanya diyakini bisa mengobati penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan, saluran pencernaan, gangguan lambung dan lever serta untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Jintan hitam dipercaya berasal dari Mediterania (seputar Laut Tengah), sebelum tersebar ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Asia. Bentuknya kecil berserabut, ukurannya tidak lebih dari 3 mm. Jintan hitam termasuk dalam keluarga buttercup (Ranunculaceae).
Ada dua jenis tanaman ini, yakni yang berwarna ungu kebiruan dan putih. Orang-orang di tanah Arab telah mengenal Jintan hitam lebih dari 2.000 tahun lalu. Mereka memanfaatkan tanaman ini untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, misalnya sakit gigi, flu, nyeri sendi.
Di Arab, jintan hitam dikenal sebagai habbatus sauda (biji yang menyenangkan) atau habbatul baraka, artinya biji yang membawa berkah. Bagi kaum muslim, jintan hitam merupakan anugerah Allah. Anjuran Nabi Muhammad SAW untuk memanfaatkan jintan hitam tercatat dalam sebuah hadis,”Tetaplah berobat dengan Habbatus sauda karena sesungguhnya ia bisa mengobati semua penyakit, kecuali kematian.”
Tak heran, tanaman bemama Latin Nigella sativa L ini masuk dalam daftar obat alami di buku Al-Tibb al-Nabawi atau Pengobatan Cara Nabi.
Keampuhan jintan hitam menyebar hingga Mesir, Yunani, dan India. Dalam kuburan Tutankhamen ditemukan narasi bahwa jintan hitam dipakai dokter pribadi Firaun sebagai bahan baku minyak dan salep untuk mengobati gangguan pencernaan. Cleopatra dan Nefertiti memakainya untuk merawat kulit agar tetap lembut.
Pada 460 SM, Hippocrates menyarankan penggunaan tanaman ini untuk membangkitkan vitalitas dan energi, kenyamanan, serta mengatasi kelelahan tubuh dan psikis. Dioscoredes, ahli fisika dari Yunani, di abad I melaporkan bahwa jintan hitam dipakai untuk mengobati sakit kepala, hidung tersumbat, sakit gigi, meningkatkan produksi ASI, dan menyembuhkan penyakit internis.
Tahun 980 M, Ibnu Sina dalam The Cannon of Medicine menyatakan Habbatus sauda sebagai perangsang tenaga dan membantu memulihkan kesegaran tubuh, menstimulasi energi, serta membantu penyembuhan dari kelelahan atau kurang semangat.
Kaya Gizi
Tahun 1960, Mahfouz dan Badr EI-Dakhakhny, peneliti Mesir, mengisolasi zat aktif nigellone dari minyak atsiri jintan hitam. Peneliti menemukan, dua minyak volatil (cenderung menguap pada suhu dan tekanan normal) dalam jintan hitam adalah nigellone dan thymoquinone.
Nigellone mencegah terjadinya kejang otot dan melebarkan saluran pernapasan, sehingga jintan hitam berkhasiat untuk penyakit pernapasan. Nigellone juga bersifat antihistamin, sehingga membantu mengurangi alergi, sedangkan thymoquinone berkhasiat antiradang dan antinyeri. Senyawa ini efektif untuk menggelontor racun tubuh.
Di tahun yang sama El-Dakhakhny melaporkan bahwa minyak jintan hitam memiliki kemampuan meredakan radang sendi. Penelitian di laboratorium mengungkapkan kandungan minyak nigellone dan thymoquinone dalam jintan hitam bersifat antileukimia. Penelitian lainnya, kedua unsur itu membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan efektif untuk mengobati asma dan batuk kering.
Riset di bidang AIDS dilakukan Dr. Haqpada di Departemen Biologi dan Pusat Penelitian Medis di Riyadh, Arab Saudi, tahun 1997. Hasilnya, jintan hitam mampu meningkatkan rasio sel T positif dan negatif menjadi 55 persen dengan 30 persen aktivitas pembunuh sel alamiah.
Sebuah literatur dari University of Potchefstroom (1989), Afrika Selatan, menjelaskan jintan hitam dapat meningkatkan kadar ASI pada ibu menyusui. Hal ini ditunjukkan oleh kombinasi lipid portion dan struktur hormon dalam habbatus sauda. Menurut Yellia Mangan, penulis buku Cara Bijak Menaklukkan Kanker, jintan hitam kaya akan nutrisi yang mendukung kekebalan tubuh, termasuk interferon yang membantu penyembuhan kanker.
Tanaman bernama lain black seed ini juga kaya asam lemak tak jenuh dan asam lemak esensial (asam linoleik dan linolenik). Asam alfa -linolenik (omega 3) asam linoleik (omega6), merupakan substansi yang tidak dapat dibentuk di dalam tubuh, sehingga tubuh harus mendapat suplemen yang mengandung kedua asam tersebut.
Jintan hitam juga mengandung 15 macam asam amino, protein, karbohidrat, minyak volatil dan crude fiber. Kandungan vitamin dan mineralnya meliputi kalsium, potasium, besi, magnesium, selenium, vitamin A, B1, B2, B6, C, E dan niacin. Black seed juga mengandung arginine, yang penting pada masa pertumbuhan balita. (Sumber: Senior)
sumber :
http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=90062&more=1

Rabu, 23 Februari 2011

Tesisku

ABSTRAK

Coni Setyadi (S 850809204) : EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK TUTOR SEBAYA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE SUBRAYON 01 KABUPATEN SUKOHARJO. Dosen Pembimbing I : Dr. Mardiyana, M.Si. Dosen Pembimbing II : Drs. Gatut Iswahyudi, M.Si.Tesis, Surakarta: Program Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2011.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui apakah model pembelajaran matematika realistik tutor sebaya memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran penemuan terbimbing pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel. (2) untuk mengetahui apakah kemampuan awal siswa yang berbeda-beda memberikan prestasi belajar matematika yang berbeda pula dalam pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel. (3) untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran dan kemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu yang dilakukan di kelas VIII SMP Negeri se subrayon 01 di Sukoharjo Propinsi Jawa Tengah pada semester pertama tahun pelajaran 2010/2011. Data penelitian ini berujud nilai hasil ulangan umum semester genap tahun 2009/2010 untuk variabel kemampuan awal dan skor tes untuk prestasi belajar siswa.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Pengumpulan datanya dilakukan melalui tes pilihan ganda. Teknik analisis datanya menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.

Dari data analisis disimpulkan: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara penerapan model pembelajaran matematika realistik dengan tutor sebaya dan penemuan terbimbing terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel siswa kelas VIII SMP Negeri se subrayon 01 di Sukoharjo. Berdasarkan rerata nilai prestasi belajar yang diperoleh pada kelompok siswa yang belajar dengan penerapan model pembelajaran matematika realistik dengan tutor sebaya sebesar 74,07 dan kelompok siswa yang belajar dengan penemuan terbimbing sebesar 67,81 dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika kelompok siswa dengan perlakuan penerapan model pembelajaran matematika realistik tutor sebaya cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar matematika kelompok siswa dengan penerapan pembelajaran penemuan terbimbing. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel siswa kelas VIII SMP Negeri Se sub rayon 01 di Sukoharjo. Dari hasil uji komparasi ganda terlihat adanya perbedaan rerata prestasi belajar matematika yang signifikan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki tingkat kemampuan awal lebih tinggi memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik. (3) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara penerapan model pembelajaran dan kemampuan awal terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan sistem persamaan linier dua variabel siswa kelas VIII SMP Negeri se subrayon 01 di Sukoharjo.

Kata kunci : Pembelajaran Matematika realistik, tutor sebaya, penemuan terbimbing, kemampuan awal, sistem persamaan linier dua variabel

Minggu, 14 Maret 2010

Penelitian Tindakan Kelas

baca selengkapnya...

Serba-Serbi Sertifikasi Guru

Dunia pendidkan di Indonesia beberapa tahun yang lalu diwarnai dengan berita tentang sertifikasi guru. Hal ini merupakan berita baik bagi guru dan dosen. Betapa tidak, bahwa pada tahun itu guru-guru yang sudah mengabdi lebih dari 20 tahunan dapat mengikuti portofolio untuk sertifikasi guru. Mekanisme pengaturan bagi guru-guru yang ikut kegiatan portofolio telah diatur oleh pusat. Mereka yang ikut sertifikasi adalah guru-guru yang senior, kesenioran seorang guru dibuktikan dengan masa kerja dan DUK ( Daftar Urut Kepangkatan).
Perekrutan guru untuk mengikuti sertifikasi ternyata prosesnya tidak sama antara satu kota dengan kota yang lain. Ada kota/kab. yang mengatur menggunakan DUK ( berarti sesuai dengan aturan pusat) tapi ada pula yang mengatur dengan caranya sendiri. Bila pengaturan prekrutan guru yang mengikuti portofolio, mengikuti aturan pusat dan itu diumumkan, sehingga seorang guru tahu kapan dia akan mengikuti perekrutan itu. Tapi sebaliknya, bila perekrutan tidak disampaikan secara terbuka, maka hal ini akan menjadi masalah bagi guru dan sekolah. Apalagi bila perekrutan tersebut tidak mengikuti aturan pusat (misal, berdasarkan guru mapel) maka akan timbul kecemburuan dan keresahan di lingkungan guru, dan hal ini dapat menciptakan suasana bekerja yang tidak kondusif.
Sukoharjo adalah salah satu kabupaten yang pernah mengalami permasalahan berkaitan dengan sertifikasi guru ini
Waktu itu hampir tiap hari baik, koran maupun TV lokal memberitakan tentang kisruhnya sertifikasi guru.Hal itu semoga tidak berlanjut pada perekrutan di tahun ini, sehingga guru-guru yang sudah saatnya sertifikasi dapat mengikuti portofolio dengan lancar sesuai aturan yang berlaku.

Jumat, 18 Desember 2009

KUNJUNGAN KE RECSAM - MALAYSIA

KUNJUNGAN KE RECSAM

Suatu pengalaman yang sangat berharga dalam hidupku pergi ke luar negeri untuk menggali ilmu. Selama kurang lebih 27 hari aku hidup di Malaysia tepatnya di Penang untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Jumat, 10 Juli 2009

PESTA DEMOKRASI INDONESIA ( PILPRES) 2009 YANG SUKSES.

Bangsa Indonesia baru saja menyelenggarakan pesta demokrasi yaitu memilih presiden dan wakil presiden. Pada Pilpres ini Presiden dan wakilnya dipilih langsung oleh rakyat. Secara umum pesta demokrasi ini sukses, kita melihat TV yang selalu memantau perkembangan penghitungan suara melalui Quick Count ternyata pasangan SBY - Budiono mendominasi perolehan suara. Untuk sementara pasangan Mega-Pro mendapat sekitar 20 an persen, pasangan SBY- Budiono mendapat sekitar 60 persenan sedangkan pasangan JK-Wiranto hanya belasan persen. Kalau demikian hasilnya berarti pilpres cukup satu putaran. Itu lebih baik dan lebih irit. Seperti slogannya JK-Wiranto; LEBIH CEPAT LEBIH BAIK. Andai kita perhatikan komentar dari nara sumber yang merupakan tim sukses dari capres dan wapres yang nota bene yang kalah suara, pernyataan mereka cukup mengejutkan sekaligus mengherankan. Dikatakan bahwa ini adalah Pemilu yang paling buruk, banyak terjadinya kecurangan disana-sini, permasalahan DPT yang belum jelas, dll. Dari temuan-temuan itu, kemungkinan mereka mengharap bahwa pilpres ini dinilai tidak syah, kalau perlu diusulkan agar diadakan pilpres ulang. Waduuh...kalau sudah begini berapa trilyun lagi dana yang keluar untuk pesta demokrasi ulang ini. Apakah tidak sebaiknya bahwa dana yang ada digunakan untuk mengurusi hal-hal lain yang pro rakyat dan lebih urgen...Jadi PUSSSSIIIING...kalau dengan komentar-komentar orang-orang yang merasa pintar Politik....

Rabu, 24 Juni 2009

Sabtu, 20 Juni 2009

Matematika SBI

KEGIATAN SMP RSBI DI SURABAYA

Kegiatan workshop SMP RSBI yang akan dilaksanakan di Surabaya pada tanggal 29 Juni hingga 3 Juli 2009 dilaksanakan di Hotel berbintang 5. Kegiatan ini dimaksudkan untuk penyegaran sekaligus persiapan pengajaran bagi guru-guru pengajar di kelas 9. Seperti pada kegiatan worshop sebelumnya yang dilaksanakan di LPMP Yogyakarta pada tahun 2008 lalu memfokuskan pada persiapan perangkat pengajaran bagi guru-guru kelas 8 dan kelas 7. Maksudnya agar dalam penyediaan perangkat pengajaran tersebut ada keseragaman baik bentuk format maupun standar kualitas SBI yang diharapkan. Kedepan bahwa keberadaan SBI ini menjadi motor penggerak bagi kualitas pendidikan yang berstandar internasional. Berstandar Internasional karena yang menjadi bahasa pengantar pada mapel Matematika dan Science adalah bahasa Inggris.
Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa pendidikan membutuhkan dana yang tidak sedikit dalam rangka menciptakan manusia-manusia yang berkualitas baik dalam bidang ilmu pengetahuan maupun agama. Sehingga output dari sekolah SBI ini adalah manusia yang cerdas, berakhlak mulia dan berwawasan internasional serta mampu bersaing dengan warga dari negara lain.
Bagaiman halnya dengan kebijakan pendidikan gratis yang kini telah diberlakukan dibeberapa kotamadya ataupun kabupaten ? Apakah hal ini bukan menjadi kendala bagi majunya kualitas pendidikan SBI ? Semoga dalam workshop di Surabaya nanti dapat didiskusikan sekaligus dicari jalan keluarnya agar SBI tetap eksis dengan kualitas yang baik di kota dan kabupaten yang mencanangkan sekolah gratis...semoga...




Selasa, 16 Juni 2009

GURU PEMANDU

APA ITU GURU PEMANDU


Guru pemandu adalah fasilitator dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran di kabupaten atau kota. Guru Pemandu berkewajiban memberikan bimbingan baik yang sifatnya informatif maupun teknis kepada rekan-rekan guru se MGMP dalam pelajaran tertentu. Tujuan dihadirkannya guru pemandu dalam kegiatan MGMP adalah untuk memberikan pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan bagi daerahnya.

Secara berkala guru pemandu In Service di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan). Tujuan In service ini adalah untuk pembekalan sekaligus menyamakan persepsi tentang peningkatan mutu pendidikan. Lalu para guru pemandu menyebarkan ilmu yang telah diperoleh dari hasil In service kepada rekan-rekan guru di MGMP nya.

Kamis, 04 Juni 2009

Penelitian Tindakan Kelas

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam upaya mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu dikembangkan berbagai ilmu dasar, khususnya matemátika. Sejalan dengan itu tujuan pembelajaran matemátika yang tertuang dalam Standar Kompetensi Lulusan ( SKL ) oleh Pemerintah melalui Permen 23 Tahun 2006 untuk mata pelajaran matematika adalah :
1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat , efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.
5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.
Dengan demikian pengembangan kurikulum matematika di tingkat satuan pendidikan haruslah relevan kecenderungan pembelajaran matematika saat ini dan mengakomodir standar kompetensi lulusan yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika, diperlukan suatu metoda dan pendekatan. Penggunaan metoda dan pendekatan yang tepat akan mengefektifkan kegiatan belajar mengajar siswa dalam memahami suatu konsep. Dengan demikian kualitas proses pembelajaran dan prestasi siswa dapat meningkat. Pada dasarnya metoda dan pendekatan tersebut tertumpu pada dua hal, yaitu:
1. Optimalisasi interaksi antar semua elemen pembelajaran, yaitu guru, siswa dan media.
2. Optimalisasi keikutsertaan seluruh kemampuan siswa meliputi panca indera, nalar, rasa dan karsa.
Optimalisasi yang dikehendaki dapat dicapai dengan penerapan dan pemaduan berbagai metoda secara tepat. Dalam hal ini perlu diingat bahwa tidak ada satu metode pun yang tidak memiliki kelemahan. Kreativitas guru tetap diperlukan untuk memilih metode yang sekiranya cocok dengan bahan atau materi yang akan diajarkan.
Dalam proses belajar mengajar, keberhasilan siswa dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang datangnya dari dalam diri seseorang, seperti : kemauan, motivasi, perasaan dan keadaan pribadi. Sedang faktor eksternal adalah faktor yang datangnya dari luar diri seseorang yang dikenakan terhadapnya, seperti : lingkungan, materi, metode atau pendekatan mengajar, sarana dan prasarana.
Dari faktor-faktor tersebut motivasi merupakan kunci keberhasilan seseorang. Karena itu seorang guru dalam proses belajar mengajar harus mampu memilih metode dan pendekatan yang tepat, sehingga dengan metode tersebut dapat menimbulkan motivasi dalam diri siswa. Apabila para siswa memiliki motivasi, maka siswa belajar dengan senang dan dengan demikian mengajar jadi menyenangkan. Pada umumnya siswa merasa kesulitan bila matematika disajikan dalam bentuk aturan-aturan dan rumu-rumus. Siswa akan lebih tertarik bila matematika diterangkan dengan pendekatan nyata ( realistik) dalam kehidupan sehari-hari, sehingga hal ini terasa lebih bermakna dan bermanfaat bagi mereka.
Kebanyakan proses pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah pembelajaran konvensional yakni ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas. Salah satu faktor penyebab rendahnya pengertian siswa terhadap konsep-konsep matematika adalah pola pembelajaran konvensional tersebut. Pembelajaran matematika di Indonesia dewasa ini, “dunia nyata” hanya digunakan untuk mengaplikasikan konsep dan kurang mematematisasi “dunia nyata”. Bila dalam pembelajaran di kelas, pengalaman anak sehari-hari dijadikan inspirasi penemuan dan pengkonstruksian konsep(pematematisasian pengalaman sehari-hari) dan mengaplikasikan kembali ke “dunia nyata” maka anak akan mengerti konsep dan dapat melihat manfaat matematika.( I Gusti Putu Suharta, 2001)
Pokok bahasan Sistem Persamaan linear dua variabel adalah bagian dari aljabar yang mempelajari tentang bagaimana menemukan nilai variabel-variabel yang ada dalam sistem persamaan linear tersebut. Dalam menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : eliminasi, substitusi, grafik dan gabungan eliminasi dan substitusi. Dari pengalaman peneliti beberapa tahun ke belakang, yang mengajarkan materi ini secara konvensional menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan. Baik dalam proses pembelajaran maupun hasil ulangan. Dalam proses pembelajaran, siswa kurang motivasi dalam mengikuti pembelajaran. Indikasi bahwa siswa kurang termotivasi diantaranya adalah kurang perhatian, siswa sering mengobrol dengan temannya ketika sedang diterangkan materi tersebut. Hal itu berakibat pada pemahaman siswa yang kurang maksimal dan pada akhirnya mempengaruhi pencapaian nilai hasil ulangannya.
Berdasarkan pengalaman tersebut, maka perlu adanya perubahan metoda dalam pembelajaran. Metoda yang dipilih adalah pendekatan matematika realistik.Hal tersebut dapat dipahami dengan mudah apabila siswa diterangkan melalui hal-hal yang nyata dalam kehidupannya sehari-hari. Siswa tentu akan tertarik dan timbul motivasi belajarnya karena yang dipelajari bukan sekedar rumus-rumus tapi sudah menyangkut kehidupan sehari-harinya. Dengan demikian pembelajaran akan terasa mudah dilakukan dan ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus hasil belajar siswa.
Dengan gagasan itulah diajukan penelitian tindakan kelas dengan judul : Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik.
B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut di depan, maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
Apakah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel.
C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1. meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika
2. memberi masukan bagi guru bahwa pembelajaran matematika khususnya pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dapat diberikan dengan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik sehingga memudahkan bagi guru untuk membimbing dan mengarahkan siswa dalam memahami konsep matematika..
D. MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :
1. Siswa :
a. Meningkatkan motivasi siswa dalam belajar matematika.
b. Meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan Sistem Persamaan Linier Dua Variabel.
2. Guru
Sebagai masukan dan bahan pertimbangan bagi guru dalam meningkatkan motivasi belajar matematika siswa.



















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. KAJIAN TEORI
1. Belajar
Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar maka responnya menjadi lebih experience or study baik dan sebaliknya bila tidak belajar responnya menjadi menurun sedangkan menurut Gagne belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi limgkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapasitas baru ( Dimyati, 2002-10). Sedangkan menurut kamus umum bahasa Indonesia belajar diartikan berusaha ( berlatih dsb ) supaya mendapat suatu kepandaian ( Purwadarminta : 109 )
Sedangkan menurut Hilgard dan Bower ( Fudyartanto, 2002), belajar ( to learn) memiliki arti : 1) to gain knowledge, comprehension, or mastery of through; 2) to fix in the mind or memory; memorize; 3) to acquire through experience; 4) to become in forme of to find out. Menurut definisi tersebut, belajar memiliki pengertian memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan mendapatkan informasi atau menemukan. Dengan demikian, belajar memiliki arti dasar adanya aktivitas atau kegiatan dan penguasaan tentang sesuatu.
Definisi etimologis di atas mungkin sangat singkat dan sederhana, sehingga masih diperlukan penjelasan terminologis mengenai definisi belajar yng lebih mendalam. Dalam hal ini banyak, banyak ahli yang mengemukakan pengertian belajar. Pertama, Cronbach (1954). Menurut Cronbach, “ Learning is shown by change in behavior as result of experience”. Belajar yang baik adalah melalui pengalaman. Dengan pengalaman tersebut pelajar menggunakan seluruh pancaindranya. Pendapat ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Spears (1955), yang menyatakan bahwa “ Learning is to observe, to read, to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction”.
Kedua, Morgan dan kawan-kawan (1986) yang menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman. Pernyataan Morgan dan kawan-kawan ini senada dengan apa yang dikemukakan para ahli yang menyatakan bahwa belajar merupakan proses yang dapat menyebabkan perubahan tingkah laku disebabkan adanya reaksi terhadap suatu situasi tertentu atau adanya proses internal yang terjadi di dalam diri seseorang. Perubahan ini tidak terjadi karena adanya warisan genetik atau respons secara alamiah, kedewasaan, atau keadaan organisma yang bersifat temporer, seperti kelelahan, pengaruh obat-obatan, rasa takut, dan sebagainya. Melainkan perubahan dalam pemahaman, perilaku, persepsi, motivasi, atau gabungan dari semuanya (Soekamto dan Winataputrra, 1997).
Seperti halnya para ahli yang menekankan pengalamandan latihan sebagai mediasi bagi kegiatan belajar, Woolfolk (1995) juga menyatakan bahwa “ Learning occurs when experience causes a relatively permanent change in an individual’s knowledge or behavior”. Disengaja atau tidak, perubahan yang terjadi melalui proses belajar ini bisa saja ke arah yang lebih baik atau malah sebaliknya, ke arah yang salah. Yang jelas, kualitas belajar seseorang ditentukan oleh pengalaman-pengalaman yang diperolehnya saat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Karena itu, kadang belajar itu menghasilkan perubahan yang sederhana, tapi juga kadang menghasilkan perubahan yang kompleks.
Dari berbagai definisi di atas, kita dapat menemukan kesamaan-kesamaan pengertian yang dikemukakan oleh para ahli psikologi maupun ahli pendidikan. Bedanya, ahli psikologi memandang belajar sebagai perubahan yang dapat dilihat dan tidak peduli apakah hasil belajar tersebut menghambat atau tidak menghambat proses adaptasi seseorang terhadap kebutuhan-kebutuhan dengan masyarakat dan lingkungannya. Sedangkan para ahli pendidikan memandang bahwa belajar adalah proses perubahan manusia ke arah tujuan yang lebih baik dan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. Dengan demikian, terlihat bahwa para ahli psikologi lebih netral dalam memandang perubahan yang terjadi akibat adanya proses belajar, tidak peduli apakah positif atau negatif. Sedangkan para ahli pendidik memandang perubahan yang terjadi sesuai dengan tujuan positif yang ingin dicapai ( Esa Nur Wahyuni, 2007).
Belajar dalam penelitian ini diartikan segala usaha yang diberikan oleh guru agar siswa dapat dan mampu menguasai apa yang telah diterimanya dalam hal ini adalah pelajaran Matematika.
2. Hakekat Belajar Matematika
Belajar matematika merupakan proses psikologis, yaitu berupa kegiatan aktif dalam upaya memahami dan menguasai konsep matematika. Kegiatan aktif dimaksudkan adalah pengalaman belajar matematika yang diperoleh siswa melalui interaksi dengan matematika dalam konteks belajar mengajar di lembaga pendidikan formal. Dalam dunia pendidikan sekarang ini menganggap bahwa belajar sebagai suatu proses dimana menyebabkan perubahan-perubahan tingkahlaku berkat pengalaman dan latihan. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh beberapa ahli psikologi, yang dikutip oleh Purwanto dalam Tati Andriyati (2006:8), sebagai berikut :
a. Hilgard dan Bower mengemukakan, belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu dapat dijelaskan atas dasar kecenderungan respon bawaan, kematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang.
b. Morgan mengemukakan, belajar adalah setiap yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Matematika adalah merupakan ilmu yang berhubungan dengan penelaahan bentuk-bentuk atau struktur yang abstrak dan hubungan antara hal-hal tersebut. Untuk dapat memahami struktur dan hubungan-hubungannya diperlukan penguasaan tentang konsep-konsep yang terdapat dalam matematika. Hal ini berarti matematika merupakan belajar konsep dan struktur yang terdapat dalam bahan yang sedang dipelajari, serta mencari hubungan antar konsep dan struktur (Karso,1998:40).
Dalam Mempelajari matematika perlu diketahui karakteristik matematika. Menurut Hudoyo dalam Roslina (2005:15) karakteristik yang dimaksud antara lain
1) Dalam matematika banyak kesepakatan dan penalaran
2) Sangat dipertahankan adanya konsistensi atau taat asas,
3) Obyek matematika bersifat abstrak,
4) Susunan atau struktur matematika bersifat hirarkis,
5) Penalaran dalam matematika bersifat deduktif atau aksiomatik
Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa belajar matematika pada hakekatnya adalah merupakan kegiatan psikologis, yakni kegiatan aktif dalam memahami dan menguasai serta mengkaji berbagai hubungan antara obyek-obyek matematika sehingga diperoleh pengetahuan baru atau peningakatan pengetahuan.

3. Pendekatan Pembelajaran Matematika realistik
Menurut Suherman (2001:7), pendekatan (approach) pembelajaran matematika adalah cara yang ditempuh guru dalam pelaksanaan pembelajaran agar konsep yang disajikan bisa beradaptasi dengan siswa. Salah satu pendekatan yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari dan menerapkan matematika dalam pengalaman sehari-hari adalah pendekatan matematika realistik. Pendekatan ini mengacu pada pendapat Freudenthal yang menyatakan bahwa pembelajaran matematika sebaiknya berangkat dari aktifitas manusia karena Mathematics is a human activity (Suherman,2001:128).Dalam pendekatan matematika realistik dikenal dua jenis matematisasi yang diformulasikan oleh Treffers (dalam Zainurie, 2007:3) yaitu matematisasi horizontal dan matematisasi vertikal. Contoh matematisasi horizontal adalah: pengidentifikasian, perumusan, pemvisualisasian masalah dalam cara-cara yang berbeda dan pentransformasian masalah dalam dunia real ke dalam masalah matematik. Matematika dalam tingkat ini disebut matematika informal. Adapun contoh matematisasi vertikal adalah:representasi hubungan-hubungan dalam rumus, perbaikan dan penyesuaian model matematika, penggunaan model-model yang berbeda dan penggeneralisasian. Menurut Zulkardi (dalam Kania, 2006:19), pendekatan matematika realistik memiliki lima karakteristik, yaitu:
a. The use of context (penggunaan konteks),
b. The use of models (penggunaan model),
c. The use of students own production and construction ( penggunaan kontribusi dari siswa sendiri),
d. The interactive character of teaching process (interaktifitas dalam proses pengajaran,dan
e. The interviewments of various learning strands (terintegrasi dengan berbagai topic pengajaran lainnya. Kelima karakteristik pembelajaran menurut filosofi realistik inilah yang menjiwai setiap aktivitas pembelajaran matematika. Meskipun kelima karakteristik tersebut menjadi acuan dalam pengembangan pembelajaran matematika, namun dalam desain pembelajaran kadang-kadang tidak semua prinsip itu dimunculkan.
Sementara itu pendidikan Matematika Realistik mencerminkan pandangan matematika tertentu mengenai bagaimana anak belajar matematika dan bagaimana matematika harus diajarkan. Pandangan itu tercermin pada 6 prinsip, yang diturunkan dari 5 kaidah yang dikemukakan Traffers ( 1987) yaitu ekplorasi fenomonologis menggunakan konteks, menjembatani dengan menggunakan instrumen vertikal, konstruksi dan produksi oleh pebelajar sendiri, pembelajaran interaktif, dan jalur-jalur belajar yang saling menjalin.
Berdasarkan kaidah-kaidah tersebut, maka keenam prinsip yang merupakan karakteristik pendidikan matematika realistik akan dipaparkan sebagai berikut :
a. Prinsip Kegiatan
Siswa harus diperlakukan sebagai partisipan aktif dalam proses pengembangan seluruh perangkat perkakas dan wawasan matematis sendiri. Dalam hal ini siswa dihadapkan situasi masalah yang memungkinkan ia membentuk bagian-bagian masalah tersebut dan mengembangkan secara bertahap algoritma, misalnya cara mengalikan dan membagai berdasarkan cara kerja nonformal.
b. Prinsip Nyata
Matematika realistik harus memungkinkan siswa dapat menerapkan pemahaman matematika dan perkakas matematikanya untuk memecahkan masalah. Siswa harus mempelajari matematika sedemikian hingga bermanfaat dan dapat diterapkan untuk memecahkan masalah sesungguhnya dalam kehidupan. Hanya dalam konteks pemecahan masalah siswa dapat mengembangkan perkakas matematis dan pemahaman matematis.
c. Prinsip bertahap
Belajar matematika artinya siswa harus melalui berbagai tahap pemahaman, yaitu dari kemampuan menemukan pemecahan informal yang berhubungan dengan konteks, menuju penciptaan berbagai tahap hubungan langsung dan pembuatan bagan; yang selanjutnya pada perolehan wawasan tentang prinsip-prinsip yang mendasari dan kearifan untuk memperluas hubungan tersebut. Kondisi untuk sampai tahap berikutnya tercermin pada kemampuan yang ditunjukkan pada kegiatan yang dilakukan. Refleksi ini dapat ditunjukka melalui interaksi. Kekuatan prinsip tahap ini yaitu dapat membimbing pertumbuhan pemahaman matematika siswa dan mengarahkan hubungan longitudinal dalam kurikulum matematika.
d. Prinsip saling menjalin
Prinsip saling menjalin ini ditemukan pada setiap jalur matematika, misalnya antar topik-topik seperti kesadaran akan bilangan, mental aritmatika, perkiraan ( estimasi ), dan logaritma.
e. Prinsip interaksi
Dalam matematika realistik belajar matematika dipandang sebagai kegiatan sosial. Pendidikan harus dapat memberikan kesempatan bagi para siswa untuk saling berbagi strategi dan penemuan mereka. Dengan mendengarkan apa yang ditemukan orang lain dan mendiskusikan temuan ini, isiswa mendapatkan ide untuk memperbaiki strateginya. Lagi pula interaksi dapat menghasilkan refleksi yang memungkinkan siswa maraih tahap pemahaman yang lebih tinggi.
f. Prinsip bimbingan
Pengajar maupun program pendidikann mempunyai peranan terpenting dalam mengarahkan siswa untuk memperoleh pengetahuan. Mereka mengendalikan proses pembelajaran yang lentur untuk menunjukkan apa yang harus dipelajari sehingga menghindarkan pemahaman semu melalui proses hafalan. Siswa memerlukan kesempatan untuk membentuk wawasan dan perkakas matematisnya sendiri, karena itu pengajar harus memberikan lingkungan pembelajaran yang mendukung berlangsungnya proses tersebut. Artinya mereka harus dapat memprediksikan bila dan bagaimana mereka dapat mengantisipasi pemahaman dan ketrampilan siswa untuk mengarahkannya mencapai tujuan pembelajaran.
Adapun sintak implementasi matematika realisistik adalah :
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Guru memberikan siswa masalah kontekstual Siswa secarasendiri atau kelompok kecil mengerjakan masalah dengan strategi-strategi kecil
Guru merespon secara positif jawaban siswa. Siswa diberikan kesempatan untuk memikirkan strategi siswa yang paling efektif. Siswa memikirkan strategi yang efektif untuk memberikan jawaban.
Guru mengarahkan siswa pada beberapa masalah kontekstual dan selanjutnya meminta siswa mengerjakan masalah dengan menggunakan pengalaman mereka. Siswa secara sendiri-sendiri atau berkelompok menyelesaikan masalah tersebut.
Guru mengelilingi siswa sambil memberikan bantuan seperlunya. Beberapa siswa mengerjakan di papan tulis. Melalui diskusi kelas, jawaban siswa dikonfrontasikan.
Guru mengenalkan istilah konsep. Siswa merumuskam bentuk matematika formal.
Guru memberikan tugas di rumah, yaitu mengerjakan soal atau membuat masalah cerita serta jawabannya yang sesuai dengan matematika formal. Siswa mengerjakan tugas rumah dan menyerahkannya kepada guru.






B. KERANGKA BERPIKIR
Kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut.

















Gambar 2.1
Alur Kerangka Berpikir

Kondisi awal prestasi siswa sebelum menggunakan pendekatan pembelajaran matematika realistik adalah rendah. Kemudian pada tahap berikutnya guru melakukan tindakan untuk mengatasi permasalahan rendahnya motivasi dan prestasi siswa.. Pada tahap siklus I guru melakukan pembelajaran dengan menggunakan metoda pendekatan matematika realistik. Pada siklus I ini semua kegiatan dicatat, baik kegiatan guru maupun kegiatan siswa. Disamping itu dicatat pula tentang kondisi dan suasana belajar. Selanjutnya guru bersama pengamat mendiskusikan tentang proses pembelajaran yang baru saja dilakukan. Bila ada yang perlu diperbaiki, maka hal itu dilakukan pada Siklus II. Dari hasil pengamatan siklus I dan siklus II ternyata ada peningkatan motivasi belajar dan prestasi siswa, dalam hal ini peningkatan dalam kemampuan menyelesaikan sistem persamaan linear dengan dua variabel
C. HIPOTESIS TINDAKAN
Berdasarkan kerangka berpikir dan kajian teori dapat dinyatakan hipotesis penelitian ini yaitu :
“Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Dapat meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan sistem Persamaan Linear Dua Variabel.”

KUNJUNGAN KE RECSAM - MALAYSIA

KUNJUNGAN KE RECSAM - MALAYSIA
didepan gedung Institut perguruan persekutuan Penang

Pengunjung

siapa yang mengunjungiku ?

Pengunjung blogku

--************CODE GEOCOUNTER************-->

lihat ini

Mari belajar matematika ceria

Mari belajar matematika ceria
mr coni setyadi,S.Pd

My visitor real time

Akhir Workshop di Recsam

Akhir Workshop di Recsam
Jubah kebesaran Participants of Recsam education